Global TV


Global TV adalah salah satu stasiun televisi swasta nasional di Indonesia yang mengudara secara terestrial dari Jakarta. Berawal dari sebuah stasiun televisi swasta lokal di Jakarta, Global TV belakangan meluaskan siaran ke 5 kota besar lainnya. Global TV memiliki hak siar atas liga balap paling bergengsi di dunia, Formula 1 setelah sebelumnya hak siar Formula 1 dikuasai MNCTV, dan kejuaraan dunia balap antar negara, A1. Kedua ajang ini disiarkan Global TV sendirian. 

Global TV juga memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Euro 2008, bersama RCTI dan MNCTV. Direktur Utama Global TV saat ini adalah David Fernando Audy yang menggantikan Daniel Tatang Hartono. Global TV juga pernah menayangkan Piala Dunia 2010 dan untuk tahun ini, Global TV dan MNCTV menayangkan Liga Utama Inggris. Pada tahun 2011, Global TV juga memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Liga Prima Indonesia, bersama RCTI dan MNCTV.

Global TV diluncurkan pada tanggal 5 Oktober 2002 di Jakarta dan dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki RCTI, MNCTV, dan SINDOtv. Stasiun ini pada awalnya didirikan untuk merelay acara-acara MTV Asia, yang sebelumnya direlay melalui antv, namun pada perkembangannya juga menyiarkan acara-acara non-MTV dengan pembagian 8 jam untuk Global TV, 8 jam untuk MTV dan 8 jam untuk Nickelodeon yang juga pernah ditayangkan di Lativi (sekarang tvOne). Pada awalnya pula, kartun jenis Nickelodeon adalah kartun yang banyak di Global TV, namun sekarang juga menyiarkan kartun non-Nickelodeon, termasuk anime.

Sepak Bola Modern Memburuk

MADRID, KOMPAS.com  Mantan Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengkritik sepak bola modern yang menurutnya mulai kehilangan nilai-nilai sepak bola, pendidikan, dan profesionalisme.

Jose Mourinho telah resmi meninggalkan posnya sebagai Pelatih Real Madrid setelah kemenangan El Real atas Osasuna pada jornada terakhir Liga BBVA, Sabtu atau Minggu (2/6/2013) dini hari WIB. Sosok berjuluk The Special One ini sempat mengungkapkan keprihatinannya tentang sepak bola modern.

"Saya percaya bahwa kesuksesan tim bergantung pada tujuan sebuah kelompok yang mampu mengenali, mematangkan, dan berjuang," kata Mou, panggilan akrabnya, kepada Jornal de Noticias.

"Namun, sekarang ini hal demikian sangat sulit. Nilai-nilai sepak bola sudah tak ada, pendidikan dan profesionalisme pun menjadi bertambah buruk. Bekerja secara tim sudah menjadi masalah pada masyarakat dan sepak bola pada khususnya," lanjut Mou.

Mourinho tak melanjutkan kontraknya sebagai Pelatih Real Madrid menyusul buruknya pencapaian Los Blancos musim ini. Mereka gagal mempertahankan gelar La Liga, juga terhenti di babak semifinal Liga Champions dan kalah di babak final Copa del Rey. Situasi ini makin diperburuk dengan kabar hubungan Mou yang tak harmonis dengan sejumlah pemain senior di ruang ganti.

Meski begitu, sosok yang pernah membawa Porto dan Inter Milan menjuarai Liga Champions ini enggan menyuarakan hal negatif mengenai tiga tahun kariernya di Spanyol. Ia menjadikan keengganan tersebut sebagai alasan untuk tutup mulut jelang pertandingan melawan Osasuna.

"Saya ingin membuka dan menutup siklus kepelatihan saya di sini tanpa berbicara hal negatif. Karena itulah, saya menolak bicara kepada pers di Spanyol," kata pria berusia 50 tahun ini.

Mourinho juga menyinggung pensiunnya manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, yang disebut telah memengaruhi dirinya.

"Memenangkan dua puluh gelar di semua negara tempat saya melatih adalah prestasi besar. Saya belajar bahwa apa pun yang terjadi saya ingin menang. Namun, saya juga sudah menerima bahwa kekalahan adalah bagian dari karier profesional saya," kata Mourinho.

"Sekarang ini kekalahan bukan lagi sesuatu yang harus dijadikan drama. Dengan kepergian Ferguson, saya menyadari bahwa menjadi pelatih yang masih muda dan berada di level teratas telah menjadikan saya sosok yang lebih bertanggung jawab. Saya sudah berada di level atas kepelatihan selama 10 tahun. Saya merasa lebih bertanggung jawab. Pelatih-pelatih yang lebih muda mengharapkan hal demikian dari saya dan saya tak bisa mengecewakan mereka," pungkas Mourinho.

Setelah tak lagi menangani Madrid, Mourinho diduga kuat akan kembali ke klub lamanya, Chelsea, yang diduga akan mengonfirmasi kabar ini dalam waktu dekat.

Mourinho Bakal Bawa Kesuksesan

Chelsea: Mourinho Bakal Bawa Kesuksesan LONDON, KOMPAS.com - CEO Chelsea, Ron Gourlay, senang dengan keberhasilan klub menunjuk Jose Mourinho mulai musim depan. Chelsea yakin, Mourinho mampu membawa The Blues kembali berjaya.

"Saya bahagia menyambut Jose Mourinho kembali ke Chelsea. Kesuksesan, motivasi, dan ambisi membuatnya menjadi kandidat terkuat (manajer Chelsea),"  jelas Gourlay.

"Ini adalah tujuan kami untuk menjaga klub bergerak maju demi mencapai sukses yang lebih besar di masa depan. Jose Mourinho adalah pilihan kami nomor satu karena kami percaya ia adalah manajer yang tepat untuk melakukan hal itu," sambungnya.

Mourinho pernah merasakan melatih Chelsea pada periode 2004 sampai 2007. Selama tiga musim di Chelsea, Mourinho sukses mempersembahkan enam gelar, yakni Premier League pada 2004-05 dan 2005-06, Piala FA pada 2006-07, Piala Liga pada 2004-05 dan 2006-07, serta Community Shield pada 205.

"Dia dan tetap menjadi tokoh yang sangat populer di klub dan semua orang di sini berharap untuk bekerja sama kembali denganya," pungkas Gourlay.

Jangan Mendatangkan Kebencian Allah

“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan ? Teramat besar kebencian Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” (QS. Ash Shaff: 2-3).

Sepatutnya kita sebagai hamba senantiasa berusaha mencari ridha Allah. Namun, yang sering terjadi banyak orang di negeri ini sengaja mengundang kebencian Allah. Bahkan, orang-orang penting atau yang disebut terhormat yang khusus ditugaskan untuk memperjuangkan kehendak rakyat pun, berlomba-lomba melakukannya. 

Ramai-ramai mengatakan “tidak (akan melakukan) korupsi”, tetapi malah bantu-membantu dalam mengingkarinya. Sungguh suatu kekejian, yang tanpa malu-malu dipertontonkan di hadapan rakyat banyak.

Yang lebih menyedihkan lagi, tidak sedikit di antara pelaku kemungkaran itu adalah kaum Muslimin. Yaitu, orang-orang yang memiliki kewajiban untuk menegakkan yang makruf dan mencegah setiap kemungkaran. 

Padahal Rasulullah SAW tidak pernah menuntun umatnya kecuali kepada akhlak yang baik. Dalam Alquran juga tidak ada satupun ayat yang mengajak untuk berperilaku jahat, baik dalam hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia.

Sepatutnya orang-orang yang suka mengundang kebencian Allah, tidak (lagi) diberikan kesempatan untuk mewakili rakyat atau mengelola negeri ini. Namun, anehnya kesempatan dibuka lebar di mana-mana. Ketika sudah diusir di satu tempat, diundang ke tempat lain. 

Demikianlah yang terjadi di negeri ini. Dengan demikian, suka atau tidak, kita juga sudah termasuk dalam golongan orang-orang yang dalam taraf tertentu telah membiarkan kemungkaran tetap berlangsung, bila tak mencegahnya.

Bila Tak Amanah

“Tiada seorang hamba yang diserahkan kepemimpinan rakyat kepadanya lalu dia mati di hari kematiannya dalam keadaan berkhianat kepada rakyatnya, kecuali Allah haramkan surga baginya” (Muttafaqun ‘alaih).

Mendapatkan suatu jabatan pantas menjadi suatu kegembiraan besar. Sebab, kesempatan menjabat sama artinya dengan kesempatan untuk berbakti dalam urusan-urusan kebaikan dan menjaga amanah. Pahala yang dijanjikan Allah untuk orang-orang yang amanah dalam jabatannya dalam sehari saja berlipatganda, apalagi itu memberikan kebaikan untuk banyak orang dalam beberapa tahun. Namun, sungguh berat dampak buruknya bila jabatan bukan dijadikan kesempatan untuk berbuat baik atau menyia-nyiakan amanah.

Amanah tak terpisahkan dari keimanan seseorang hamba. Menurut Rasulullah SAW, tidak ada iman pada orang-orang yang tidak amanah dalam dirinya, dan tidak ada agama pada orang-orang yang tidak bisa dipegang janjinya (HR. Imam Ahmad). Bahkan, diharamkan masuk surga bagi orang-orang yang berkhianat atau tidak menjaga amanah (Muttafaqun ‘alaih)

Bahkan, menurut Rasulullah, termasuk tidak amanah bila suatu urusan dipegang oleh orang-orang yang bukan ahlinya (HR. Bukhari). Hal ini sangat berpeluang terjadi di masa sekarang. Sebab, jabatan kadangkala diperjualbelikan. Siapa saja yang berharap untuk memperoleh suatu jabatan, maka diharuskan untuk menyerahkan dalam jumlah banyak. 

Akibatnya, orang-orang yang berkualitas dan berhak, tetapi tidak mau melibatkan diri dalam perbuatan jual-beli jabatan atau tidak memiliki uang sebagaimana yang diharapkan, akan beresiko tidak dipilih untuk menjabat.

Menghargai Kebersamaan

“Berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS. Qashash: 77).

Di saat orang lain ditakdirkan hidup di antara kita, kebersamaan kadangkala tak termaknakan secukupnya. Tidak jarang, kesempatan untuk bersama dirubah menjadi ajang permusuhan.  Akibatnya, hidup bermakna perpecahan, yang melahirkan ketidakdamaian.  

Ketidakdamaian membuat hidup yang singkat semakin singkat, kebahagiaan menjadi kesengsaraan, kesempatan menjadi kesempitan, dan persaudaraan menjadi permusuhan.

Padahal telah diingatkan, hidup di dunia ini tak lebih dari sekali.  Seperti setiap hari bisa disaksikan atau didengar, satu-satu di antara kita pergi menghadap Ilahi.  Tak jarang juga secara beramai-ramai, seperti saat terjadi musibah gempa dan tsunami.  Tak ada yang kembali, meskipun serak suara dan habis airmata menangisinya.

Seandainya musibah yang menimpa orang sebelumnya senantiasa diingat sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup ini, sungguh besar makna hidup ini yang bisa dipungut oleh orang-orang yang masih tersisa.  Sekurang-kurangnya, hidup dijadikan saat-saat untuk menjaga kebersamaan dengan orang-orang yang masih hidup.  Hidup adalah saat berbagi kenikmatan sebagai rezeki dari Allah dan mensyukurinya.  

Yang demikian bisa membuat kita bukan hanya mampu menangis di saat orang lain mengalami kematian, tetapi juga memberi kesempatan seluas-luasnya bagi kita untuk mempersiapkan diri sebelum mati.

Pentingnya Berusaha

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur” (QS. Ibrahim: 37).

Demikianlah doa Nabi Ibrahim alaihissalam ketika meninggalkan isteri dan bayinya. Mereka ditinggalkan di lembah yang tandus dan tak berpenghuni. Sebagai insan biasa, sang isteri yang ditinggalkan yang bernama Siti Hajar, merasakan kesedihan yang amat mendalam. Namun, ia berusaha untuk tabah dan tegar, dengan menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada Allah yang maha kuasa.

Namun tak berapa lama kemudian Siti Hajar kehabisan bekal hidupnya. Bayinya yang diberinama Ismail pun menangis kehausan. Hati siapa yang tak sedih menatap anaknya semakin kencang menangis ketiadaan makanan dan minuman. Lantas ia berusaha mencari air di sekitarnya, hingga mendaki Bukit Safa dan Marwah berulang kali hingga kali ketujuh. 

Ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar suara mengejutkan dari tempat bayinya dibaringkan, sehingga ia menuju ke arah suara itu.  Betapa terkejutnya ia ketika melihat air memancar dari dalam tanah. Air itu kemudian dinamakan air Zam-zam.

Dari kisah itu dapat difahami betapa pentingnya setiap insan bersungguh-sungguh berusaha sendiri, meskipun sudah menyerahkan diri dan yakin akan kekuasaan Allah. Allah akan menolong hamba-hambaNya, laki-laki dan perempuan, yang mau berusaha di mana pun berada.